Milanisti....

My Poetry

Tema: Kehidupan Anak Jalanan

Anak Pinggiran
Karya: Yulinda Surya Cahyani Putri

Debu-debu menari di atas jendela kusam
Menyambut sang surya dari ufuk Timur
Decitan langkah semut dan tapak pejalan kaki bersahut-sahutan
Membangunkannya dari tidur
Tidur lelap beralaskan lembaran kardus serta tubuh berselimut bumi
Terpaksa harus membuka kedua kelopak matanya yang berat
Masih berada di bawah pengaruh tubuh yang rentan
Dan luka hati yang terjungkang


Pagi menyambutnya dengan kebisingan besi baja bermotor
Kembali menyambung hidup di bawah lampu merah
Membalikkan telapak tangan
Menganjukan kesana kemari
Meneruskan roda kehidupan dengan rajutan receh dan uang yang tiada habisnya


Anak pinggiran
Tersilap diantara rintik-rintik hujan
Tiada istana yang menerimanya
Tertatih-tatih hidup di jalanan
Dengan harapan agar mendapatkan secuil nasi


Di tubuhnya melekat polusi kotor
Di wajahnya bercoreng moreng dengan rasa kecapaian
Mereka lelah
Tak kuasa memikul beban hidup di kedua pundak mungilnya
Mereka susah
Tak ada daya untuk melepaskan jeratan jaring kemiskinan yang melekat pada raganya


Kerikil-kerikil taham menusuk kaki yang tak beralas
Cucuran keringat bercampur dengan bulir-bulir air mata
Tak hanya tubuhnya
Hatinya pun telah mengharu biru
Berdarah-darah


Tertancap oleh belati kerinduan
Hidup tanpa ayah, tiada ibu
Tak ada sanak saudara
Untuk dijadikan tempat bersandar
Dari hati yang terlunta-lunta hidup di emper jalan


Kurcaci-kurcaci jalan ini
Kini sedang mengukur jalanan
Tersenyum dari balik nanungan awan hitam
Berkejaran dengan gelagar mimpi dan gemuruh cita
Untuk meraih jangkauan bintang-bintang yang akan membawanya
Pada langit cerah dengan sejuta mimipi yang sedang menunggunya di masa depan


*puisi balas dendam!! haha
mau tau kenapa?? comment aja ya :D

1 komentar:

mujahid mengatakan...

eemmm,,,ajarin aku, bikin puisi bah, masalahnya aku ni kada tahu cara buat puisi.